Tampilkan postingan dengan label Belajar Tiktok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Tiktok. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2025

Tiktok Go, langkah keren untuk Tiktok

Saya akui Tiktok keren sih...ada aja idenya. Dulu sebelum ada showcase, penghasilan full yang live rata2 dari Gift, karena yang pakai banyak orang, jadi video2 atau live seksih diblokir, dan akhirnya mereka2 yang biasa pamer dada, joget2 seksih pada pindah live ke platform lain.

Lalu ada keranjang kuning, ini keren banget karena satu2nya media sosial yang bisa pasang kerkun, jadi gak perlu repot2 "order klik bio" lagi. Lalu diusiklah tiktok, dan ditutup. Setelah tutup, para kreator dan seller pindah ke Shopee. Dan saya yang dari dulu uninstall shopee karena jadi affiliator di Shopee akhirnya install Shopee. 

Dulu belanja apa aja di tiktok, mulai pindah ke Shopee semua, bahkan kayaknya banyak orang yang tahu ada produk di Tiktok dari kreator2 yangbikin video, mereka lanjut nyari di Shopee produk itu, hehe. Dan mungkin yah udah menurun pemasukan dari Affiliate ini.

Tapi...Tiktok gak kehabisan ide, sekarang kerjasama dengan merchant2 nih kayak Resto2 dan hotel. Ada video2 yang dibayar untuk upload2 tertentu.

Dan....ini mirip kayak endorse tapi lewat tiktok, memudahkan antara perusahaan dan kreator, mereka gak perlu pusing nyari kreator untuk diendorse, kreator juga bisa ngonten dengan senang, sambil makan, jalan eh ada uangnya. Ngonten suasana santai saat makan atau jalan kayaknya lebih enak dibanding ngonten review produk. 

Karena review makanan tuh hanya harga, enak or gak nya, try on nya ya masuk mulut...hehe. Dan ini bisa membawa kita menjadi murni konten kreator terutama buat pemula yang mungkin belum punya ide konten apa, bisa mulai dari makan dan minum2, hhe

Minggu, 01 Oktober 2023

Sebaiknya Setting Bisnis atau Pribadi

Kalau kita sudah sering jualan atau dari tiktok sendiri sering banget minta kita gabung ke akun bisnis, tapi itu semua pilihan kita mau jadikan akun bisnis atau pribadi.

Saya sendiri lebih memilih akun pribadi, karena bisa pakai lagu-lagu viral jika tanpa keranjang kuning kontennya. Dan kalau akun bisnis pilihanny algunya sedikit dan lagu viral gak bisa dipakai.

Nah, bagaimana cara setting akun bisnis Tiktok? dan bagaimana cara mengubah akun bisnis ke akun biasa? Caranya adalah sebagai berikut :

1. Masuk ke setting

2. Account

3. Manage Accounts /kelola akun

4. Ubah ke bisnis.

Cara mengembalikan dari akun bisnis ke akun biasa (pribadi 

1. Masuk ke setting

2. Account

3. Manage Accounts /kelola akun

4. Ubah ke personal

Dan, untuk kalian mau pakai bisnis atau personal, itu pilihan sih...kalau saya memang lebih suka akun biasa. Tapi bayak kreator yang merekomendasikan akun bisnis. Untuk efeknya dan perbedaannya saya kurang paham, saya hanya tahu kalo akun kita dibuat ke akun bisnis, gak semua sound bisa dipakai.

Okay, gitu aja ya mentemen, gak bingung kan mau ubah akun bisnis atau pribadi di tiktok?

Tiktok ditutup, lalu harus bagaimana?

Saat ada issue Tiktok akan ditutup, banyak yang panik, tapi ada juga yang merasa senang. Kalau saya sendiri netral, karena sejak 2008 mainan di online sudah melewati masa-masa bergonta ganti medsos, dari jaman friendster, hi5, yahoo messenger dan miRc sebagai tempat chatting dan belum ada youtube biasa nonton Video Clip via Yahoo Music, dan simpan foto di Yahoos photo dan photobucket. Dan berakhir mereka udah expired semua. 

Lalu ada BBM, yang akhirnya expired juga. Dan saya sudha merasakan mendapatkan uang dari media-media tersebut. Dari media media jadul yang saya pakai, kecuali Blog yah belum expired sampai sekarang, meski sudah banyak aplikasi tentang tulisan kayak Facebook, Quora, dan lainnya tapi Blog tetap bertahan, ada atau gak ada yang main tetep ada.

Main blog itu enak Gaes, meski sekarang saya belum tahu cara mainnya gimana, dan cara dapatin uangnya gimana, tapi minimal (selama akun kita gak dihack yah) kita tetep bisa terus exist menulis dan bisa mencadangkan file kita di Blog.

Oh ya kembali ke Apakah beneran Tiktok akan ditutup?, saya yakin sih gak semudah itu ya Gaes, secara kan saat ini lagi jaya-jayanya, media sosial hanya bisa ditutup jika foundernya yang menginginkannya karena mungkin sudah gak ada yang pakai lagi atau sedikit yang pakai sehingga hanya akan menanggung kerugian jika tetep ada. Selama masih exist dan banyak yang pakai, ya gak mungkin ditutup begitu saja.

Dan...apa alasan Tiktok mau ditutup? Masih belum jelas. Kalau alasaannya gara-gara Tiktok maka UMKM pada sepi, tidak juga, karena banyak juga UMKM yang bangkit kembali bisnisnya berkat tiktok. Kalau bikin yang miskin makin miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya, ya gak juga....karena banyak juga yang berusaha dari nol di Tiktok dan merintis sampai bisa menghasilkan dan cuan...

Apa efeknya buat saya sejak ada tiktok? 

- Saya yang gak berani nongol wajah dan gak berani ngomong depan kamera jadi berani

- Banyak edukasi produk, yang tidak ditemukan di medsos dan MP lain, kayak alat elektronik untuk live, dapur, dan lainnya sehingga kita bisa belajar dari para affiliator dan konten kreator dan dapat barangnya juga mudah, murah pula, sehingga kita pas beli tahu tujuan buat apa nantinya. Tidak asal beli dan gak tahu cara pakainya, atau gak tahu sama sekali karena gak ada edukasi.

- Dapatin banyak barang murah, bayangin deh saya bisa beli peralatan live dengan total kurang dari 1 juta dan banyak free sample dari seller juga sehingga bisa ngonten tanpa mengeluarkan banyak biaya

- Kenal banyak orang dan mulai belajar banyak hal.

Apakah tiktok sudah cukup mendatangkan uang buat saya?

Kalau soal penghasilan, saya pikir masih belum, dan belum bisa menopang hidup saya, dan saya masih ditopang dari produk lain, tapi dari segi belajar, saya banyak dapatin di Tiktok dan tidak bisa didapatkan dari media lain. 

Gak perlu habisin kuota banyak juga untuk nontonin tutorial di Tiktok karena pada bikin video tutorial dengan kualitas video dan gambar yang bagus, suara jernih dan cepat ngomongnya sehingga gak banyak buang waktu kita saat ingin belajar.

Kalau tiktok ditutup beneran, gimana?

Tentu aja saya akan sedih, tapi bagaimanapun juga life must Go on...karena semua ada masanya. Tapi yakin deh tiktok gak akan ditutup, kabar terbaru sih katanya hanya diatur aja dan dipisah antara sosial media dan e-commerce, entah dipisah aplikasinya atau dipisah izinnya aja, tapi saya yakin ke depannya jadi lebih baik....

Yang belum mainan tiktok, ayuk segera main yah...belum terlambat kok untuk memulai dari sekarang.

Utamakan konten berkualitas atau banyakin kuantitas?

 

Banyak orang yang selalu bilang "buatlah konten yang berkualitas" dan hal itu justru membuat kita para pemula menjadi blank, menjadi lupa apa yang akan dikontenin, banyak ketakutan ketakutan seperti : takut gak menarik, takut jelek, takut orang gak suka, takut menyinggung orang lain, dan banyak yang dipikirkan sehingga akhirnya malah gak jadi ngonten.

Jangan sampai apa yang terjadi pada saya terjadi pada kalian, dulu itu sebelum saya ngeblog, saya fokus belajar cara mengganti template tanpa memikirkan isi konten di blog nantinya, saat awal di Tiktok karena selalu berfikir gak seperti orang lain yang bisa make up sambil nyanyi, sambil ngobrol, atau pinter banget ngomong depan kamera, pada pinter banget bikin video, pada jago edit video, pada pinter banget public speaking, pada pinter joget, pada pinter bikin drama, selain itu good looking semua dan lainnya sehingga apa yang terjadi?

Ya, saya insecure, minder... merasa gak bisa apa-apa, merasa gak bisa semuanya. Ngomong takut, depan kamera takut, sehingga tiktok isinya ya hanya video anak aja, karena saya takut bikin konten di Tiktok. 
Dan scrolling selama 2 tahun saya jalani, hanya mencari hiburan juga sampai buang wakt bermenit-menit hanya nontonin tiktok. 

Dan awal 2022 saking saya ingin belajar karena ada temen lain yang cepet banget naik padahal dia katanya gak PD awalnya, tapi bisa followernya cepet banget naik dan melesat, saya jadi ingin ikut kelasnya, dan akhirnya saya ikut kelas online Tiktok dan dari sanalah saya memulai belajar dan mulai berani nongol depan kamera, mulai belajar ngomong meski aneh dan ada yang ngetawain, tapi saya berusaha tetep PD dan fokus ke niche. Fokus sehari 3x ngonten meski awal view masih di bawah 10, tapi terus aja ngonten tiap hari 3x sampai FYP dan berlanjut FYP terus-terusan karena konsisten. 

Dan dengan konsisten, banyakin kuantitas, gak usah pikiran konten kita menarik atau gak, terus aja bikin konten, lama2 akan ketemu konten kita yang disukai sama netizen.

Dan...ini juga berlaku di Facebook dan media sosial lainnya, teruslah membuat konten, meski konten kita mungkin receh buat kita tapi tidak receh buat orang lain, akan ketemu orang2 yang mendekat ke kita karena dirasa konten kita bermanfaat buat mereka.

So, jawabannya daripada mikirin KUALITAS dan kita gak tahu konten kita berkualitas atau gak, lebih baik kita banyakin bikin konten, dan nanti learning by doing kita akan ketemu konten kita yang berkualitas. Gak usah lagi mikirin bagus atau gak, gak usah mikirin konsep terlalu rumit, gak usah mikirin harus jago, pokoknya mulai aja dulu dan terus belajar banyakin kuantitas sampai kita lama-lama bisa bikin konten yang berkualitas.

Bedakan antara berjualan di MP dan sosmed

Sosmed (Sosial media) seperti : Facebook, Instagram, Tiktok, dan lainnya. MP (market place) seperti : Tokopedia, Lazada, Shopee, Bukalapak, dan lainnya yang intinya tempat untuk jual beli barang.

Dan, jangan sampai saat kita jualan di sosmed itu disamakan dengan market place. Kalo di sosmed isinya  full produk jualan, lama-lama orang akan eneg lihat akun kita kalau isinya full produk. Karena beda banget sama sosial media yang murni produk isinya.

Kalau sosmed isinya full produk, lama-lama bisa bikin stress jika gak closing, gak ada interaksi, akan ngeblank mau ngonten apa, jika produk itu itu aja akan bosen, jika gonta ganti produk makin bikin orang yang lihat pengen skip saking eneg, lalu penjual akan jenuh dan gak semangat lagi saat gak closing. 

Untuk berjualan di sosial media, jangan berharap cepet dapat hasil, harus pikirkan dulu apa yang dibutuhkan audiens, harus banyak sharing hal bermanfaat, harus membangun magnet dulu dan harus bersabar dulu membangun branding, baru berpikir berjualan apa nantinya.

Kata Mas Bram di kelas tiktok bitly.com/jejetgc, lebih mudah mencari produk daripada mencari audiens. Bener juga sih, karena mencari supplier untuk dijualin produknya jauh lebih mudah dibanding mendapatkan marketnya.

Daripada langsung jualan dan pusing mencari market, lebih baik membangun kolam dulu sehingga konten kita disukai banyak orang, baru berjualan produk.

Saya juga sharing di kelas BTR bahwa sesuai yang saya praktekin sejak 2008-2009 saya bermain blog, fokus ke berbagi dulu, baru deh setelah setahun mulai menghasilkan uang dari blog itu dan jangka panjang jadinya. Full bersabar dulu membangun traffic, tidak langsung nyari uang secara instant, karena yang instant dikejar dan didapatkan, akan instant juga perginya....

So, mari kita sama-sama belajar membangun lagi dan menjadi konten kreator ya Gaes, apalagi kita bermodal sosial media, jadi banyakin berbagi manfaat bukan full jualan produk...

Sabtu, 30 September 2023

Mindset penjual dan mindset konten kreator

Kita harus paham bahwa mindset seorang penjual dan mindset seorang konten kreator itu beda yah, gak bisa disamakan. Di samping ini saya screenshot tentang mindset konten pedagang yang saya ambil dari kelas online Tiktok di sini

Orang yang biasa jualan di market place tentu beda dengan orang yang berjualan lewat sosmed. Karena kita fokus ke membangun branding, bisa di Tiktok atau di media manapun, kita harus punya mental sebagai konten kreator, bukan mental seorang penjua. Kita harus membangun branding diri kita sendiri, ingin dikenal sebagai apa dan siapa. 

Sebenarnya hal ini juga sudah saya share di kelas BTR (Bina Tim Reseller) yang saya bimbing, bahwa kita banyakin sharing, sharing sharing dan kita bisa jualan apapun dengan harga berapapun dengan produk apapun kalau kita sudah dikenal orang.  

Mindset seorang penjual/pedagang :

- Terlalu fokus dengan konten produk
- Egois dalam membuat konten
- Sudah buat konten mati-matian viewer sedikit
- Pengen cepet-cepet dapat duit.

Tersindir sekali saya dengan kata-kata Mas Bram, guru Kelas tiktok saya, wwkkw. Padahal dulu sudah jalani proses yang panjang bahkan saya ajarin peserta kelas BTR saya untuk banyakin sharing bukan berharap closing, bahkan di kelas Covert Selling juga mempelajari hal ini, tapi beneran karena bergaul dengan orang-orang yang fokus ke duit duit dan duit, saya jadi gak lagi mikirin sharing, saya fokus menghasilkan uang dan egois dengan isi kontennya. Sehingga follower saya menurun dan mungkin mulai bosen dengan isi konten saya yang dulunya sharing pas awal mainan Tiktok dan sosmed, sekarang justru produk semua....

Niat awal, saya beneran mau jadi konten kreator dan mau kasih banyak manfaat kepada orang lain dengan isi konten saya, karena passion saya emang di sana, banyak berbagi manfaat banyak berproses dan rezeki itu udah urusan Allah, tapi apa yang terjadi? jadi ikut-ikutan temen lain full isi tiktoknya jualan semua, gak sharing lagi dan gak mikirin viewer lagi, sudah mulai egois, pantes aja follower menurun dan sering blank saat membuat konten. wkwkkw



Dan, mindset seorang konten kreator adalah :

- Fokus ke konten
- Mengerti konten apa yang dibutukan audiens
- Konten yang banyak ditonton baru mengarah ke jualan apa sesuai dengan konten yang dibahas
- Menunda dapat duit demi membangun audiens dulu. (ini yang paling penting).

Kalau kita memanfaatkan media sosial secara Gratisan, dan kita jelas-jelas bukan artis yang kalo lipsing atau jumpalitan aja banyak yang nonton, kita fokus ke berbagi manfaat, banyakin sharing, membangun branding, sehingga orang akan mulai mengenal kita sebagai apa dan siapa, kita juga bisa sambil terus belajar lagi dengan pengalaman dari konten yang kita buat...

So, buat temen-temen yang masih mainkan media sosial, apapun itu, ayuk mulai lagi membangun kolam, membangun traffic, membangun kembali apa yang bisa kita sharing sehingga kita bisa menciptakan magnet dan bisa membuat orang mendekati kita. Makin banyak orang dekat dengan kita, akan berpotensi banyak uang yang mendekati kita.



Cara memilih Niche

Memilih niche adalah hal yang paling sulit, di mana kita bisa berubah niche di tengah jalan, sering nge-blank di tengah jalan, itu juga yang terjadi sama saya, sehingga membuat konten gado-gado dan tanpa arah. Apalagi saat melihat konten kreator lain, langsung ingin bahas hal yang dibahas mereka. Kemudian ada filter menarik atau kebanyakan scroll jadi lupa soal niche tyang seharusnya dibahas, haha. Apa sih yang menyebabkan kita kesulitan memilih niche? 

Hal yang membuat kita kesulitan memilih niche adalah karena kita tidak menguasai topiknya, tidak ada marketnya, dan tidak ada uangnya. Dan yang harus kita kuasai sebelum memilih niche sejak awal adalah : Niche tersebut kita menguasai topiknya, ada marketnya, ada uangnya. Jangan sampai kita membahas suatu niche tapi niche tersebut tidak ada marketnya, maka akan sia-sia.

Atau misal kita akan bahas diet, sudah kebayang marketnya dan ada uangnya, tapi kita tidak tahu apa-apa tentang diet, itulah sebabnya bener-bener harus dipikirkan banget niche yang akan dibahas dan harus mengandung 3 unsur tersebut : menguasai, ada uangnya, ada marketnya. Begitu kata Guru Tiktok saya (Mas Bram) yang kelasnya lebih komplit dan detail ada di sini.

Dan dengan belajar ulang dengan menggunakan headphone bluetooh jam 3 pagi, saya akan memperbaiki isi konten saya di tiktok. Ayuk akh mentemen kita sama-sama belajar

Bahasan Niche agar jadi Cuan

Di tulisan sebelumnya saya sudah menulis "Apa itu Niche??". 

Tidak hanya di tiktok, bahasan NICHE akan terpakai di berbagai media ya Gaes, misal di fanpage, instagram, youtube, dan lainnya. 

Agar niche itu bisa menarik, pikirkan masalah yang terjadi kemudian kita datang membuat konten sebagai solusinya. Dan pasti orang yang punya masalah tersebut akan suka dengan isi konten kita. Selain masalah, bisa juga sesuatu yang membuat orang senang seperti hobi dan topik tersebut menarik untuk ditonton, misal : kegiatan mancing, tips mancing agar dapat ikan banyak, tunjukkan bahwa kita adalah orang yang handal memancing.

Kemudian pilihlah barang yang kira-kira nanti bisa dijual yang berhubungan dengan niche tersebut. Misal bahas topik tentang mancing, maka juallah peralatan pancing.

Yang harus diperhatikan saat kita memilih niche :

- Apakah ada yang punya masalah berat yang ingin solusi dan ingin membelanjakan uangnya

- Apakah niche tersebut evergreen (ada terus dalam jangka lama?)

- Apakah niche tersebut merasa kita enjoy untuk membahas topik tersebut?

- Apakah peminat ukup banyak?

- Apakah target audience mudah dicari?

- Apakah ada lebih dari 1 produk dan memungkinkan repeat order?

- Apakah ada produk yang bisa diaffiliasikan?

- Apakah punya cukup ketertarikan dengan niche yang akan dibahas atau jika tidak, apakah siap hired orang untuk bahas niche itu?

- Bisa gak bikin 30 ide konten tentang topik yang dibahas dan hafal dengan topik tersebut?

Yuk jawab semua pertanyaan di atas yah....

Temen-temen untuk belajar lebih lanjut tentang Niche dan kelas tiktok super lengkap, bisa ikut kelas online Tiktok di sini yah...



Apa itu Niche?

 "To Become Rich, first go and find your niche". Kalau ingin kaya, cari niche-mu. Ini saya sambil belajar dari Mas Bram yang ngajar kelas Tiktok (TGC) ya Gaes, yang kelasnya klik di sini dan yang saya screenshoot ini adalah niche yang profitable yang bisa menghasilkan uang. 

Apa itu NICHE? Niche adalah suatu topik tertentu (bahasan yang spesifik).

Contoh : Wealth and money, Health and Fitness, Relationship and dating, self improvement, hobbies and interest.

Dan saya akan bahas dikit tentang "Wealth and money", contoh tentang bisnis online, tentang affiliate marketing, market place, dan lainnya. 

Menarik juga yah, jadi kalo bingung mau bikin niche tentang apa, kita bisa mulai dari niche ini. Dan, sambil belajar dari kelas Tiktok Mas Bram yang komplit banget materinya di sini, saya sambil belajar Niche dan belajar riset konten apa yang akan saya bahas, serta mau memperbaiki lagi isi konten saya di tiktok plus konten saya di blog ini.

Bismillah, saya akan bahas tentang Affiliate Marketing dan Bisnis online ya Gaes yah...haha. Moga istiqomah dan gak kebanyakan curhat. wkwkwkwk

Dan okelah, mari kita sambung ke tulisan saya berikutnya yah....